Hadapi Kekeringan dan Banjir, Petani punya Profesi Musiman
Kategori: Pertanian - Dibaca: 153 kali

IMATETANI - Seakan sudah terbiasa
mendengar fenomena bencana tahunan yang selalu melanda bangsa ini, sejumlah
petani dibeberapa wilayah di Indonesia telah merancang rencana untuk alih
profesi jika bencana kembali datang ke daerahnya. Ada yang berencana menjadi
penyedia jasa angkutan air bila banjir melanda, kemudian menjadi pengemudi
becak bermotor bila kemarau datang. Semua mereka lakukan demi memenuhi
kebutuhannya sehari-hari.
Kekeringan dan banjir merupakan hal yang tak asing bagi sebagian masyarakat kita, tak terlalu berharap banyak kepada pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur yang ada seperti saluran irigasi, drainase dan lain sebagainya, masyarakat terlihat sudah waspada untuk menghadapi bencana musiman ini.
Jumlah wilayahnya pun semakin bertambah tiap tahun. Kelurahan Tunggul Hitam misalnya, salah satu kelurahan yang ada di Kota Padang, dua tahun sebelumnya masyarakat belum mengenal banjir. Namun dua tahun belakangan ini, banjir selalu bertamu ke kawasan pemukiman padat penduduk di wilayah ini bila musim penghujan datang. Meningkatnya curah hujan dan beberapa infrastruktur yang masih dalam perbaikan akibat gempa menjadi penyebabnya. Saat banjir, masyarakat beralih profesi menjadi pedagang makanan kecil-kecilan.
Lain di Padang, lain pula di daerah lain. Jika sekarang banjir sedang dirasakan, pada saat yang bersamaan, dibeberapa daerah lain kekeringan justru melanda. Seperti yang dikutip dari salah satu media elektronik. Sejumlah petani di Kecamatan Paguyaman dan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, beralih profesi menjadi buruh bangunan karena sawah mereka tidak bisa digarap akibat kemarau sejak dua bulan terakhir. Sebagian lainnya menjadi pengemudi becak motor (bentor), moda transportasi utama di daerah itu.
Seorang warga Desa Sidumulyo, Tolanguhula, Mujirin beralih menjadi pengemudi bentor. "Areal sawah di wilayah ini banyak yang sudah kering, sehingga menunggu musim hujan untuk menggarapnya," katanya. “Memang pemerintah daerah sudah membangun irigasi di daerah ini, namun karena kemarau panjang sejak beberapa bulan terakhir, irigasi itu tidak bisa mengairi ratusan hektare areal sawah”, tambahnya (MP)
1 Komentar :
28 September 2011 - 10:00:30 WIB
Isi Komentar :
Hai